......."Ketika kita bisa mengingat sesuatu dengan detail, tapi tidak terasa menyakitkan lagi; maka itu berarti hati kita telah sembuh. Sebaliknya, ketika kita tidak bisa lagi mengingat sesuatu dengan detail; tapi entah kenapa tetap terasa sesak menyakitkan; maka itu berarti kita belum bisa melepaskan dengan tulus" Tere Liye
Dulu saat merasakan patah hati, baris kedua kutipan Tere Liye itu memang benar-benar ku rasakan.. Setiap saat, setiap detik aku merasakan kesesakan.. Terkadang, ketika sedang tertawa bersama teman, aku lupa apa yang terjadi, namun hati ku tetap saja sesak.. Setelah hubungan berakhir, sebenarnya aku tidak mengingat dengan detail permasalahannya, yang aku tau aku sedih, aku kehilangan.. Setiap hari aku bertanya-tanya, apa yang kau lakukan, bagaimana keadaan mu, dengan siapa kau saat itu dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang selalu dan selalu memenuhi pikiran ku. Berat ? Sangat, karena saat itu aku belum belajar melepaskan, aku ingin selalu menggenggam apa yang ku punya. Betapa beratnya menjalani hari-hari dengan menyesuaikan diri tanpa mu, karena sebelumnya tiap hari ku dipenuhi oleh mu.. Disaat yang sama pula, aku harus berjuang untuk segera menyelesaikan kewajiban kuliah ku. Tentunya tanpa ada semangat dari mu seperti biasanya.. Awalnya aku pikir aku ga mampu, tapi ternyata aku dimampukan oleh orang-orang hebat disekitar ku dan tentu saja kebesaran hati ku untuk tetap melanjutkan hidup. Disaat aku mulai lupa karena kesibukan menyelesaikan skripsi, terkadang kau muncul menanyakan keadaan ku, skripsi ku atau sekedar mengungkapkan kerinduan untuk kemudian menghilang lagi. Begitu mengalami hal tersebut berulang-ulang, akhirnya ku putuskan untuk mengacuhkan mu, bukan karena perasaan ku berubah tapi untuk ketenangan hati ku. Proses yang ku jalani untuk belajar ikhlas, sangat panjang dan penuh cobaan dari mu. Saat aku mulai lupa, kau selalu muncul sesuka mu dan memaksa bertemu dan akhirnya hati ku tergoyahkan.
Tapi sekarang, aku sudah berhasil. Yang ku rasakan saat ini bukan lagi kutipan baris kedua Tere Liye, namun baris pertama.. Sekarang aku ingat secara sangat detail bagaimana kau dengan mudah mengakhirinya, bagaimana kau menyakiti ku dengan perkataan mu, bagaimana kau datang dan pergi sesuka mu disaat aku memutuskan melupakan mu dan banyak hal lain, aku ingat sangat detail.. Tapi tidak lagi terasa sakit, kini aku dapat tersenyum mengenangnya dan aku belajar banyak hal dari itu. Tak dapat ku pungkiri, kerap kali aku merindukan mu, namun rindu ku sekarang dengan rindu ku dulu sangat jauh berbeda. Rindu ku sekarang sama seperti rindu kepada orang-orang dekat ku.
Banyak hal yang ku pelajari dari rasa sakit ini, terutama bagaimana untuk tetap bisa kuat melanjutkan hidup karena banyak kewajiban yang harus ku selesaikan. Mungkin juga salah satu hikmahnya, aku semakin dekat dengan banyak orang. Aku ga melulu hanya dengan mu saja, namun dapat menikmati indahnya bersama orang-orang terdekat dan menjalin kebersamaan kembali dengan orang-orang yang dulu tak begitu banyak waktu ku habiskan dengan mereka.. Aku bersyukur, saat-saat terakhir ku disana, aku menghabiskan hampir seluruh waktu ku dengan candatawa dan kekonyolan mereka. Emang bener yaa, friendship is the best medicine..
Banyak hal yang ku pelajari dari rasa sakit ini, terutama bagaimana untuk tetap bisa kuat melanjutkan hidup karena banyak kewajiban yang harus ku selesaikan. Mungkin juga salah satu hikmahnya, aku semakin dekat dengan banyak orang. Aku ga melulu hanya dengan mu saja, namun dapat menikmati indahnya bersama orang-orang terdekat dan menjalin kebersamaan kembali dengan orang-orang yang dulu tak begitu banyak waktu ku habiskan dengan mereka.. Aku bersyukur, saat-saat terakhir ku disana, aku menghabiskan hampir seluruh waktu ku dengan candatawa dan kekonyolan mereka. Emang bener yaa, friendship is the best medicine..
Sesudah hati pulih, pada akhirnya selalu mensyukuri apa yang dulu sangat sulit diterima. Kalaupun semisalnya suatu saat takdir membawa mu lagi kepada ku, tentu takkan mudah bagi kita karena aku mengingat semuanya dengan sangat detail yang akan sangat mempengaruhi ku. Namun sesakit apapun perbuatan mu dulu, aku tetap mengingat sisi baik mu.
Terimakasih untuk hal-hal baik yang kau berikan pada ku, tentu saja aku tak dapat membalasnya. Terimakasih juga telah menyakiti ku, tentu saja aku tak ingin membalasnya :)
It will always be sad goodbye in the first, but then will be nice goodbye..
Thankyou, goodbye..
*maap terkesan curhat, namun semoga memberi pencerahan bagi pembaca untuk tetap melanjutkan hidup, walau apapun yang terjadi, karena cepat atau lambat luka mu pasti sembuh, biar waktu yang mengobati.
Everyone falls down, getting back up is how you learn to walk... Being strong is not an option, it's a necessity.