Ibu.. entah bagaimana harus ku ungkapkan keresahan yang selalu menyelimuti pagi dan malam ku.. Ingin rasanya aku berlari ke pelukan mu untuk sekedar merasakan kehangatan yg setidaknya dapat menenangkan ku untuk sesaat..
Ibu.. Hidup ini rasanya terlalu berat. Ingin rasanya aku kembali ke masa anak-anak. Masa dimana ketika aku bersedih bahkan untuk hal sepele sekalipun seperti terjatuh ketika bermain, aku dapat selalu mengadu kepada mu.
Ibu.. Kadang ingin sekali ku menyerah, tapi setiap kali itu terjadi, bayangan mu selalu muncul di benak ku, harapan mu supaya anak mu ini mandiri dan bahagia selalu menghantui ku.
Ibu, aku tau kalau engkau mengerti semua keresahan ku melalui beribu pertanyaan mu itu, tapi selalu saja ku alihkan. Sebenarnya ingin sekali aku menceritakan semua kegelisahan dalam benak ku, namun aku terlalu takut engkau khawatir. Saat ini kebahagiaan mu adalah segalanya bagi ku, jadi aku tak ingin membebani pikiran mu dengan kegelisahan ku, cukuplah ku pendam sendiri, asal kau berpikir bahwa aku baik-baik saja disini..
Ibu, saat ini anak mu sedang kehilangan arah, tak ada sedikit pun harapan di hati ini. Semua yang dulu ku impikan seolah lenyap dimakan ketakutan ku. Harapan, cita-cita entah kemana larinya.. Kau adalah orang yang pasti selalu mendengarkan dan memahami ku, namun jangankan untuk bercerita bahkan untuk menanyakan kabar mu pun saat ini terlalu berat bagi ku. Aku memiliki sahabat-sahabat yang sangat ku sayangi, namun saat ini kami terpisah, tak dapat lagi ku pandang wajah-wajah penyemangat ku dulu, tak ada lagi tujuan ku berlari ketika hati ku gundah. Aku sempat mencintai lelaki dengan semua hati yang aku punya, aku menggantungkan semua harapan ku dan mencoba menata masa depan dengannya, namun beribu kali hati ku dipatahkannya, sejuta kali sikapnya membuat ku semakin terpuruk, dan akhirnya aku mencoba menyerah. Tak mau lagi aku mencintainya.. Dulu, dalam susah pun senang aku sering kali menyampaikannya pada Sang Pencipta, namun kini aku tak tau harus berkata apa padaNya, aku terlalu takut untuk berbicara dan meminta kepada Dia yang aku tau empunya segalanya..
Ibu, aku tau apa yang ku lewati tak ada apa-apanya dibanding semua perjuangan mu selama ini. Jelaskan bu, kenapa kau bisa sekuat itu ? Apa yang membuat mu tetap bertahan ?
Ibu, bisakah aku mendapatkan hati mu ? Yang aku punyai terlalu rapuh, sudah tidak sekuat dulu.. Aku takut tidak dapat bertahan dengan hati yang sekarang.. Jiwa ku dan raga ku sudah tidak lagi menyatu, raga ku hidup tapi jiwa ku mati.. Ibu, bahkan sekarang aku tak lagi mengerti apa itu pengharapan.. Semua yang dulu ku miliki dan semua yang aku impikan seakan semakin menjauh dari genggaman ku. Ibu, keresahan setiap hari seakan menggerogoti hati dan jiwa ku. Beberapa bulan terakhir aku berusaha melupakan segala kesedihan dan kekhawatiran ku dengan menyibukkan diri untuk belajar menjadi pribadi yang lebih baik, menjadi manusia yang benar-benar manusia. Untuk beberapa saat aku berhasil, namun malam ini entah mengapa kesedihan dan kegelisahan ku meruntuhkan semua usaha ku. Saat ini aku bagaikan robot yang menjalani hari-hari dengan kehampaan. Ibu, aku ingin hati seperti hati mu..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar