Mengapa takut bermimpi ketika kita muak karena banyak hal atau bahkan semua hal tak lekas menjadi seperti apa yg kita harapkan ?
Mengapa lelah memperjuangkan mimpi ketika apa yg selama ini kita perjuangkan justru hilang dari genggaman ?
Mengapa tak lagi ingin mewujudkan mimpi ketika kegagalan terus-menerus menghampiri mu seolah tak ada lagi tempat yang dapat dihampirinya selain diri mu ?
Mengapa ingin menyerah ketika rasa sakit menjadi teman pada siang dan malam mu ?
Mengapa enggan untuk berdoa ketika semua usaha mu seolah tak terlihat oleh Sang Pemilik segalanya ?
Ketahuilah, kau tak kan benar-benar hidup tanpa mimpi-mimpi yang sulit sekali kau wujudkan itu. Kau tak kan benar-benar merasakan bagaimana jatuh bangun untuk menjadi manusia yang sebenarnya jika tak ada mimpi-mimpi yang setiap saat seolah ingin merobohkan mu dengan kegagalan-kegagalan untuk menggapainya..
Semakin bertambah umur mu, maka akan semakin bertambah kegagalan mu dan semakin bertambah ketakutan mu akan mimpi-mimpi yg belum jua terwujud. Tak mengapa, karena bagian terpenting dari bermimpi bukanlah tentang terwujud atau tidak, tapi tentang bagaimana kau berani untuk bermimpi, bagaimana harapan-harapan mu menjadi tangga doa mu kepada Tuhan, bagaimana kau berani memperjuangkan mimpi-mimpi mu ketika seolah tak ada celah untuk mu, bagaimana kau tetap menanamkannya dalam hati mu, sementara kesesakan senantiasa memenuhi hati mu.. Karena pemimpi itu hidup dari ujian demi ujian yang selalu dapat dilaluinya, dan kalau pun harus gagal, setidaknya kau telah menghidupi hidup mu melalui mimpi-mimpi mu.
Bahkan ketika air mata pun tak lagi dapat mengalir, tulang-tulang kering oleh kelelahan, kaki tak lagi kuat untuk menopang dan hati mati oleh sakit yang tiada tara, kau tau duhai pemimpi, justru mimpi mu yang menjadi penyebabnyalah yang nantinya akan menjadi obat.. Dia mungkin menjatuhkan mu, tapi tentu akan membawa mu juga pada kesempatan yang lebih baik, karena dia tau seberapa tangguh pemilik dirinya.
Maka teruslah bermimpi, hingga mimpi muak hanya sekedar menjadi mimpi saja.. Tetaplah berjuang hingga kelelahan lelah menemani mu, hingga kegagalan gagal terus menerus mengikuti mu, hingga rasa sakit enggan menyakiti mu lagi, dan hingga doa mu justru berbalik mendoakan mu kembali..
Tulisan ini ku persembahkan untuk salah satu orang yang sangat ku cintai dan berarti dalam hidup ku. Terimakasih telah menjadi sahabat, abang, teman bully, motivator, inspirasi dan penolong.. Aku selalu menantikan waktu dimana mimpi ku dan mimpi mu terwujud. Dan aku paling menantikan waktu dimana liburan kita berlima di LN setelah semuanya benar-benar mandiri. Semoga segera ya, sebelum kita berlima menikah. Hehe..
With love, your beautiful sister
Tulisan ini sudah ada sejak 13 Maret, tapi ga aku posting di blog karena aku mengirimnya ke salah satu media untuk diterbitkan, dan media tersebut mengharuskan tulisan belum pernah diterbitkan di blog, jadi aku ngeduluanin media itu, i'm so sorry gaeesssss.. but kabar baiknya, tulisan aku ini diterima n diterbitin dong, yiay! i'm so so so happy.. :)
Hmmmm..
BalasHapus